Translate
Minggu, 15 Desember 2019
Mengetahui nama-nama ilmiah ikan yang ada di Indonesia!!!!!!
Label:
Word
Yuk!!!!!!! simak Pembuatan ikan kaleng
Label:
Vidio
Senin, 09 Desember 2019
Keberadaan Penyu Endemik di Indonesia
Keberadan Penyu Endemik di Indonesia
Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari perairan, baik laut maupun darat dengan sumber daya unik yang terkandung didalamnya, baik ikan-ikanan maupun tumbuhan laut lainnya, juga mikroorganisme yang ada dilaut, berbagai jenis kura-kura, teripang, penyu, yang beranekaragam dari tingkat kingdom sampai species. Kali ini kita akan membahasmengenai keberadaan penyu endemik yang ada di Indonesia.
Penyu merupakan salah satu kura-kura laut yang ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini. Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.
Klasifikasi penyu
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Souropsida
Ordo :Testudinata
Subordo :Cryptodira
Superfamili :Celonioidea (Bauer,1893)
Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut, juga penyu menggunakan magnetism bumi sebagai bantuan untuk kembali ke kampung halamannya ketika saat masih menjadi tukik, dan kembali saat sudah dewasa untuk bertelur.
Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.
Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.
Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu:
Dari ketujuh jenis ini, hanya penyu Kemp's ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia.Dari jenis-jenis tersebut, penyu belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 - 900 kilogram. Penyu lekang adalah yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram. Namun demikin, jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu hijau.Penyu, terutama penyu hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.
Isu konservasi
Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.
Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi Sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali, penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap, disantap, tergusur dari pantai, telurnyapun diambil. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi.
Begiulah sedikit description tentang penyu endemik di wilayah Indonesia, sekian. Trimakasih dan sampai jumpa pada bahan lain pada blog saya.
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyu dan https://www.google.com/search?q=gambar+penyu
Download Artikel
https://www.blogger.com/blogger.g?
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyu dan https://www.google.com/search?q=gambar+penyu
Download Artikel
https://www.blogger.com/blogger.g?
Label:
Artikel
Sabtu, 07 Desember 2019
Si Windu Diamond
Potensi Udang Windu (Penaeus monodon) di Indonesia
Giant tiger atau Penaeus monodon di Indonesia disebut udang windu. Udang windu saat ini tidak berkembang lagi karena terserang berbagai macam penyakit udang diantaranya yang ganas adalah white spot atau virus bintik putih. Petambak udang di Indonesia saat ini banyak memelihara udang putih atau Litopenaeus vannamei.
Kingdom : Animalia
Filum : Crustacea
Kelas : Malacostraca
Persebaran udang Windu
Distribusi yang alami di Pasifik barat Indonesia, berkisar antara pantai Afrika, dari Semenanjung Arab sampai Asia Tenggara, dan Laut Jepang. Mereka dapat juga ditemukan di Australia, dari Austria timur, dan sejumlah kecil mempunyai koloni di Laut Tengah melalui Terusan Suez. penyeberangan populasi lebih lanjut di Hawaii dan Lautan Atlantik termasuk Amerika Serikat ( Florida, Georgia dan South Carolina).
Secara morfologi tubuh Udang Windu dibedakan atas cephalothorax yang terdiri atas kepala dan dada serta bagian abdomen (perut). Pada bagian kepala terdapat sepasang mata bertangkai, sepasang antena, sepasang antenula, sepasang mandibula dan sepasang maksila. Pada bagian dada terdapat tiga pasang maksiliped dan lima pasang kaki renang (pleopod) serta sepasang uropod yang terletak di samping telson. Bagian kepala dan dada tertutup oleh sebuah kelopak kepala atau cangkang kepala yang disebut karapas dan di bagian depan kelopak kepala terdapat rostrum yang memanjang dan bergerigi.
Udang Windu merupakan hewan noktural yaitu aktif mencari makanan pada malam hari, sedangkan pada siang harinya berada di dasar laut (Tseng,1987). Sifat yang umum pada udang adalah sifat kanibal yaitu suatu sifat yang suka memangsa jenisnya sendiri. Sifat ini sering timbul pada udang yang sehat, yang tidak sedang ganti kulit dan kekurangan makanan. Udang Windu hidup normal pada kisaran temperatur air (21-32)oC dengan kisaran temperatur optimal (28 ± 1)oC. Udang Windu mengalami stres pada temperatur 20oC atau kurang dan 32oC atau lebih dan akan mengalami kematian pada temperatur 35oC.
Moulting, yaitu proses alami pertumbuhan udang dengan cara berganti kulit atau sebagai respons terhadap perubahan lingkungan yang bersifat drastis.Pengelolaan air tambak sedapat mungkin tidak menimbulkan guncangan terhadap keseimbangan perairan agar tidak terjadi moulting massal, karena pada saat moulting udang berada dalam kondisi yang lemah dan sangat rentan terhadap penyakit dan pemangsaan.
Udang windu bisa hidup dengan tenang dan tumbuh besar, jika keadaan lingkungan yang baik,tidak ada gangguanya, udang windu dapat tumbuh dengan pesat, dalam waktu 5 bulan benih udang yg kurang lebih besarnya 2 cm dapat mencapai berat 75 - 200 gram per ekor dan panjang dari 20 - 35 cm. dengan pertumbuhan yang semakin pesat,maka udang mengalami pergantian kulit yang cukup pesat pula, jadi kondisi udang akan semakin lemah. Udang windu sering hidup di dasar perairan/tambak, sehingga kondisi air harus memenuhi selera udang windu, sperti jika airnya tercemar dan banyak mengandung senyawa beracun dan juga makanan yang kurang, kadar garam naik, suhu naik, oksigen larut kurang, tambak mengandung karbon dioksida (CO2), amoniak (NH3), asam sulfat (H2SO4), pH berubah atau keruh, udang mempunyai sifat kanibal, apabila makannya tidak ada lalu dia lapar, makan sejenis yang juga akan di makan. udang windu mencari makan pada malam hari, udang windu suka molukas, kepiting kecil,ikan-ikan kecil, dan udang-udang yang kecil juga makanannya.
Referensi
Label:
Mengenal udang windu
Kamis, 05 Desember 2019
Donat ikan kakap maknyussss
Download
https://drive.google.com/file/d/1gYNLzSZFt02NAA8bnYLa0RAontwCbd_A/view?usp=sharing
Referensi
Youtube. MKV
https://drive.google.com/file/d/1gYNLzSZFt02NAA8bnYLa0RAontwCbd_A/view?usp=sharing
Referensi
Youtube. MKV
Label:
Video
Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Gill Net
https://drive.google.com/file/d/1KSvUk1VT6W2y1JzMm06lSA_mmQJN9OAP/view?usp=sharing
download
Referensi
Jurnalfpik.ipb@gmail.com
Label:
Jurnal
Produksi Bioetanol
Download
https://drive.google.com/file/d/163OQkbTlfZf8vPowi5yJ0gMhn1phf9fV/view?usp=sharing
Referensi
http://ejurnal.undip.ac.id
https://drive.google.com/file/d/163OQkbTlfZf8vPowi5yJ0gMhn1phf9fV/view?usp=sharing
Referensi
http://ejurnal.undip.ac.id
Langganan:
Postingan (Atom)